Mediasi Ruben-Sarwendah Gagal Total! Gara-gara 2 Masalah Ini, Pertemuan dengan Anak Jadi Ribut
Candra Isriadhi September 10, 2026 06:09 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Mediasi antara Ruben Onsu dan Sarwendah dalam perkara hak asuh anak akhirnya tidak menemukan titik temu.

Kegagalan mediasi tersebut kemudian memunculkan pernyataan berbeda dari kedua pihak. 

Persoalan yang menjadi sorotan bukan hanya mengenai hak asuh, tetapi juga menyangkut aturan pertemuan Ruben Onsu dengan anak-anak serta pemeriksaan kesehatan yang disebut menjadi salah satu syarat sebelum pertemuan.

KABAR ARTIS - Boyong anak pindah ke rumah baru, Sarwendah akui kini masih ngontrak.
KABAR ARTIS - Boyong anak pindah ke rumah baru, Sarwendah akui kini masih ngontrak. (YouTube/Denny Sumargo)

Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, membantah anggapan bahwa mediasi gagal karena Ruben Onsu menolak menjalani tes kesehatan.

Menurut Minola, justru terdapat dua persoalan utama yang membuat upaya perdamaian sulit mencapai kesepakatan.

Pertama, mengenai mekanisme pertemuan Ruben Onsu dengan anak-anaknya.

Minola menjelaskan bahwa pihak Ruben Onsu menginginkan agar kedua anaknya dapat menghabiskan waktu bersama sang ayah tanpa didampingi pihak lain.

Sementara itu, menurut keterangan pihak Ruben Onsu, Sarwendah menginginkan dirinya tetap ikut mendampingi anak-anak ketika bertemu dengan Ruben Onsu.

Perbedaan pandangan mengenai mekanisme pertemuan tersebut akhirnya menjadi salah satu titik buntu dalam mediasi.

Menurut Minola, Ruben Onsu pada dasarnya tidak mempermasalahkan apabila hak asuh anak berada pada Sarwendah.

Yang dipersoalkan adalah akses Ruben Onsu sebagai ayah untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.

Pihak Ruben Onsu bahkan menyebut terdapat bukti tertulis yang mengatur kesempatan anak-anak untuk menghabiskan waktu bersama ayahnya selama dua hingga tiga hari dalam satu minggu.

Minola mengatakan ketentuan tersebut menjadi dasar pihaknya dalam mempertanyakan aturan baru mengenai pertemuan dengan anak.

Masalah Tes Kesehatan

KABAR ARTIS - Heboh soal kabar bongkar aib. Ruben Onsu sebut Jordi Onsu sombong.
KABAR ARTIS - Heboh soal kabar bongkar aib. Ruben Onsu sebut Jordi Onsu sombong. (Grid.id/Ulfa Lutfia)

Persoalan kedua adalah mengenai pemeriksaan kesehatan yang dikaitkan dengan pertemuan Ruben Onsu dan anak-anak.

Menurut Minola, pihak Ruben Onsu sebenarnya tidak keberatan dengan pemeriksaan kesehatan tersebut.

Namun, ia mempersoalkan perubahan frekuensi pemeriksaan yang disebut terjadi selama proses mediasi.

Pada awalnya, menurut keterangan Minola, pemeriksaan kesehatan dibicarakan dengan jangka waktu enam bulan sekali.

Baca juga: Krisna Murti Bongkar Kondisi Ammar Zoni di Lapas, Ungkap Hubungan Sang Aktor dengan dr. Kamelia

Ruben Onsu disebut menyanggupi. Setelah itu, muncul usulan pemeriksaan sebulan sekali, yang juga disebut tidak dipermasalahkan pihak Ruben Onsu.

Masalah kemudian muncul ketika pemeriksaan tersebut disebut berkembang menjadi persyaratan untuk setiap kali Ruben Onsu bertemu anak-anak.

Minola menilai perubahan tersebut membuat pihaknya kesulitan menemukan titik temu dalam proses mediasi.

Pihak Ruben Onsu juga menyatakan bahwa Ruben Onsu telah menjalani pemeriksaan kesehatan secara mandiri.

Minola menyebut hasil pemeriksaan Ruben Onsu menunjukkan status non-reaktif.

Namun, mengenai penyebab gagalnya mediasi, pihak Sarwendah memberikan versi berbeda.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, membantah bahwa kegagalan mediasi disebabkan oleh Sarwendah yang tidak bersedia membawa anak-anak bertemu Ruben Onsu.

Ia juga menyatakan bahwa pihak Sarwendah tidak bermaksud menghalangi pertemuan Ruben Onsu dengan anak-anak.

Menurut Chris, persoalan justru berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan.

Pihak Sarwendah menyatakan Ruben Onsu tidak bersedia memenuhi pemeriksaan kesehatan yang mereka anggap diperlukan demi kepentingan anak-anak. (detik.com)

Dengan demikian, alasan gagalnya mediasi saat ini disampaikan dalam dua versi yang berbeda.

Kubu Ruben Onsu menekankan perbedaan mekanisme pertemuan dengan anak dan perubahan ketentuan pemeriksaan kesehatan, sedangkan pihak Sarwendah menyoroti persoalan kesediaan Ruben Onsu menjalani pemeriksaan kesehatan.

Perkara Berlanjut ke Persidangan

Setelah mediasi tidak menghasilkan kesepakatan, proses perkara pun berlanjut ke tahapan berikutnya.

Pada Rabu, 9 September 2026, pihak Sarwendah telah menyerahkan jawaban terhadap gugatan Ruben Onsu sekaligus mengajukan gugatan balik atau rekonvensi melalui sistem e-court Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Isi jawaban tersebut disebut membantah dalil-dalil yang diajukan Ruben Onsu.

Persoalan mengenai akses bertemu anak kini menjadi bagian penting dalam proses hukum tersebut.

Kedua pihak sama-sama menyampaikan pandangan mengenai bagaimana hubungan Ruben Onsu dengan anak-anak seharusnya dijalankan setelah perceraian.

Namun, titik yang secara langsung disebut menjadi penyebab mediasi hak asuh anak tidak mencapai kesepakatan adalah perbedaan pandangan mengenai pertemuan Ruben Onsu dengan anak-anak serta ketentuan pemeriksaan kesehatan.

Karena masing-masing pihak memiliki versi berbeda, fakta mengenai perselisihan tersebut selanjutnya akan diuji dalam proses persidangan.

Perkara pun kini tidak lagi berhenti di meja mediasi, tetapi berlanjut melalui jalur hukum.

(Tribunnewsmaker.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.