MTQ Nasional di Simpang Lima Semarang, Ini Titik Pengalihan Arus dan Lokasi Parkir
deni setiawan September 10, 2026 08:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dishub Kota Semarang sedang menyiapkan rekayasa lalu lintas selama rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.

Pengalihan arus akan diberlakukan terutama saat pembukaan dan penutupan yang dipusatkan di Kawasan Simpang Lima Semarang.

Kepala Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan, rekayasa lalu lintas diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan sekaligus menjaga kondisi kawasan acara tetap kondusif.

Baca juga: Widodo C Putro Waspadai Demam Panggung, PSIS Semarang Wajib Menang di Laga Perdana

• CFD Simpang Lima Semarang Libur 2 Pekan, Digelar MTQ Nasional

"Tentunya kalau di Simpang Lima ada event pasti akan ada rekayasa lalu lintas atau pengalihan arus agar event itu berjalan khidmat, tidak terganggu oleh suara ataupun lintasan-lintasan kendaraan," kata Danang, Kamis (10/9/2026).

Menurut Danang, pola pengalihan arus akan menerapkan sistem seperti yang dilakukan ketika Car Free Day (CFD) apabila pengalihan dilakukan secara penuh.

Dari arah Pandanaran, pengalihan disiapkan dalam dua ring, yakni di Simpang Warak Ngendog dan Pandanaran II di sekitar Istana Buah.

Sementara arus dari arah Tugu Muda menuju timur maupun selatan akan diarahkan melalui TLJ menuju Jalan Pahlawan.

Untuk kendaraan dari arah timur Ahmad Yani, pengalihan disiapkan di Simpang RRI dan simpang terakhir sebelum Louis Kienne.

"Jadi semua kendaraan yang arah ke Simpang Lima itu dialihkan. Yang di Pahlawan juga begitu," tuturnya.

Dishub juga menyiapkan akses khusus bagi peserta dan undangan VIP.

Sementara masyarakat umum akan diarahkan memanfaatkan sejumlah kantong parkir yang telah disiapkan, antara lain di Jalan Pahlawan, kawasan Taman Indonesia Kaya (TIK) dan Tri Lomba Juang, ruas Jalan Gajah Mada, lapangan di samping (Taman Makam Pahlawan (TMP), serta Wonderia.

“Dari Bundaran itu ke arah selatan. Kemudian mereka bisa parkir di sekitar TIK ataupun Tri Lomba Juang. Setelah itu di ruas Jalan Gajah Mada bisa dimanfaatkan untuk parkir."

"Lokasi parkir untuk peserta yang besar rombongan itu kami siapkan di lapangan di sampingnya TMP. Kemudian ada Wonderia," sebutnya.

Untuk mendukung mobilitas peserta, Dishub Kota Semarang menyiapkan sejumlah kendaraan antar-jemput.

"Dishub juga menyediakan shuttle bus dan bus listrik untuk antar jemput peserta," katanya.

Danang menyebut, terdapat dua bus listrik, dua bus sekolah, dan tiga shuttle yang disiapkan.

Selain itu, pemerintah provinsi juga menyiapkan kendaraan dalam jumlah yang lebih banyak.

Selain pembukaan dan penutupan, rekayasa lalu lintas juga disiapkan untuk pawai taaruf dan rangkaian pemecahan rekor MURI.

Pawai taaruf dijadwalkan berlangsung Sabtu (12/9/2026) pagi dengan rute dari Jalan Pemuda, Tugu Muda, Jalan Pandanaran, kemudian menuju TLJ dan TIK, hingga kantor Gubernur.

Dishub akan melakukan pengalihan sementara di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran selama kegiatan berlangsung.

“Startnya itu antara pukul 07.30. Itu ada mobil hias, ada pawai. Nanti Jalan Pemuda yang dilintasi rute kemudian Jalan Pandanaran akan kami alihkan sementara saat acara berlangsung. Setelah itu buka kembali," ungkapnya.

• Inilah Sosok di Balik Jasad Bayi Terkubur di Bandungan Semarang, 2 Tersangka Pasangan Muda

Rekor MURI

Untuk pemecahan rekor MURI pada Sabtu (12/9/2026) sore, peserta akan dibagi dalam beberapa rombongan agar tidak datang secara bersamaan. 

Pengalihan total akan dilakukan di Jalan Pemuda saat acara berlangsung.

"Sudah dibagi di Jalan Pemuda. Nanti mereka datangnya tidak bersamaan," bebernya.

Dishub juga menyiapkan sejumlah lokasi parkir alternatif, di antaranya gedung parkir Balaikota, TMP, Museum Mandala, basement Pasar Bulu, Wisma Perdamaian, Udinus, gedung Pandanaran, serta sejumlah kantong parkir instansi pemerintah.

Peserta juga dapat menggunakan area parkir swasta di Paragon dan DP Mall.

Danang mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan rute perjalanan selama rangkaian kegiatan berlangsung, khususnya pada malam akhir pekan.

“Kami imbau kepada masyarakat kalau tidak penting-penting banget, sudahlah nonton saja di belakang layar kalau memang ada perlu silakan mengakses jalan yang di luar area-area yang kami alihkan itu," imbaunya.

Dia menyebut, kepadatan lalu lintas berpotensi meningkat karena kegiatan berlangsung pada malam Minggu dan kawasan Simpang Lima biasanya sudah ramai meski tanpa event.

Untuk venue MTQ lainnya, Dishub juga menempatkan petugas guna membantu pengaturan lalu lintas dan parkir.

"Di 13 venue itu juga kami siapkan petugas untuk pengaturan lalu lintas dan parkir untuk setiap harinya dan kegiatan reguler. Kami rasa kan yang full hanya di saat pembukaan dan penutupan itu," tuturnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.