Tinggalkan Kampung Halaman, Bocah Kepri Ini Curi Perhatian di Audisi PB Djarum Kudus
rival al manaf September 10, 2026 08:11 PM

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Fiendiziya Gwen Fernandes tampil percaya diri dalam audisi umum PB Djarum 2026 yang berlangsung di GOR Djarum Jati Kudus. Dalam tahap awal audisi ini, Fiendiziya telah berhasil menjalani tahap skrining bakal melanjutkan tahap turnamen.

Dalam audisi yang berlangsung sejak 9 sampai 13 September 2026 ini pada dua hari pertama akan berlangsung skrining.

Di tahap ini, para atlet muda akan diuji kemampuannya sesuai gender dan kategori usia melalui laga satu gim berdurasi 21 poin tanpa sistem deuce atau setting.

Dan dalam tahap ini Fiendiziya berhasil menang dengan skor 21-8.

Ini merupakan pengalaman pertamanya untuk mengikuti audisi umum di Kudus.

Dalam audisi ini terdapat tiga kategori yaitu U-11, KU-11, dan KU-12. Dan Fiendiziya tergabung dalam kategori U-11.

Ia merupakan anak asal Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Dia datang ke Kudus tanpa ada orangtua yang mengiringkan.

“Kedua orangtua saya di Kepulauan Riau,” kata Fiendiziya, Kamis (10/9/2026).

Dia datang ke Kudus bersama pelatih dan enam kawannya dari PB Mataram Raya Sleman, Yogyakarta.

Memang sebelum dia mengikuti audisi umum di Kudus, sejak enam bulan lalu Fiendiziya diboyong ke Sleman untuk bisa mengikuti latihan intensif.

Dengan begitu setidaknya dia telah memiliki bekal keterampilan memegang raket dan memukul kok.

Selain itu mentalnya juga kian terasah.

“Sekitar enam bulan saya ke Sleman ikut PB Mataram Raya. Di sana saya latihan sebelum ikut audisi di Kudus,” katanya.

Sebelum tergabung dengan PB Mataram Raya, Fiendiziya memang sudah terbiasa bermain bulutangkis.

Sejak kecil, dia sudah diajari bermain badminton ayahnya.

Dari sinilah keinginannya untuk menjadi atlet dunia muncul. Dan orangtuanya pun mendukungnya meskipun dia seorang diri harus hijrah ke Jawa demi mengejar cita-cita menjadi atlet kelas dunia.

“Selama enam bulan di Sleman sampai saat ini saya tinggal di asrama. Tidak ada orangtua. Kalau kangen biasanya telepon,” kata dia.

Dengan berbagai persiapan yang sudah cukup matang, Fiendiziya berharap dia bisa tergabung sebagai anggota PB Djarum.

Dia sadar betul, klub ini memiliki reputasi tinggi dalam mencetak atlet skala dunia. Maka tidak heran ketika dia mengikuti audisi umum PB Djarum kali ini dia sangat antusias. Dia kelak ingin layaknya Susi Susanti.

Diketahui dalam audisi ini setelah tahap skrining, peserta yang lolos akan menjalani fase turnamen yang berlangsung tiga hari sejak 11 sampai 13 September 2026.

Di hari terakhir turnamen, akan diumumkan peserta yang berhak meraih Super Tiket dan melanjutkan tahap karantina. Untuk mengamankan Super Tiket, peserta putra wajib menembus babak semifinal. Sedangkan untuk pebulutangkis putri, Super Tiket akan diberikan bagi pebulutangkis muda yang sukses mencapai babak final.

Selain melalui jalur kemenangan di lapangan, peluang bergabung dengan PB Djarum masih terbuka melalui pilihan tim pencari bakat yang diberikan kepada peserta dengan potensi menjanjikan untuk diasah lebih lanjut, meski gagal lolos semifinal atau final pada tahap turnamen.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto mengatakan, dengan jumlah peserta sebanyak 1.601 atlet ini diharapkan akan terjaring beragam bibit-bibit potensial.

“Tetapi ini juga akan menjadi tantangan bagi kami karena harus benar-benar mendapatkan bakat super yang akan masuk ke fase karantina,” kata Sigit.

Sigit melanjutkan, proses seleksi akan berlangsung komprehensif dengan melibatkan berbagai aspek. Mulai dari cara atlet menguasai lapangan dengan footwork yang dimiliki, kemudian kualitas teknik cara memegang raket, stroke, footwork, hingga smash.

“Kemudian juga faktor postur. Hal-hal seperti itu yang saya kira jadi modal dasar yang diperlukan bagi atlet-atlet muda untuk berkembang,” katanya. (Goz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.