Reaksi Keluarga usai Kabar Penemuan Pelampung saat Pencarian Rombongan Jurnalis, Berharap Petunjuk
Weni Wahyuny September 11, 2026 01:32 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Meski belum diketahui kepemilikannya, ditemukannya pelampung saat pencarian rombongan jurnalis peliput erupsi Gunung Anak Krakatau, menjadi asa keluarga.

Diketahui, rombongan yang hilang kontak terdiri dari 5 jurnalis dan 3 awak kapal pada Senin (7/9/2026).

Adapun kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas jurnalis Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Sementara tiga ABK yakni Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) selaku pemandu.

Pada hari ketiga pencarian, Kamis (10/9/2026), tim SAR TNI Angkatan Laut menemukan sebuah pelampung yang mengapung di sebelah barat Perairan Cikoneng-Labuan, dekat kawasan Anyer, Banten.

Benda tersebut pertama kali ditemukan oleh awak Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer I-3-64 milik Lanal Banten saat menyisir area pencarian.

Namun, pihak TNI AL belum bisa memastikan apakah pelampung tersebut milik kelima jurnalis yang dicari.

Baca juga: Ikut Terjun Cari 5 Jurnalis & 3 Awak Kapal yang Hilang Kontak, Ini Profil Gubernur Banten Andra Soni

Kakak dari Ari Basuki yang merupakan jurnalis Merdeka, Dewi, berharap adiknya bersama empat jurnalis lainnya dan tiga kru speedboat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Dewi mengatakan, tim SAR gabungan sebelumnya menemukan sebuah pelampung dan jaket pelampung dalam proses pencarian.

Namun, hingga kini belum dapat dipastikan apakah kedua benda tersebut merupakan milik Ari dan tujuh orang lainnya.

Meski demikian, Dewi berharap temuan tersebut dapat menjadi petunjuk bagi tim SAR untuk menemukan keberadaan mereka.

"Tadi dari Pak Gubernur sudah menyampaikan, Basarnas juga sudah menyampaikan, ditemukan pelampung dan life jacket. Mudah-mudahan itu salah satu petunjuk walaupun belum ada hasil identifikasi," ungkapnya di Pantai Marina Trip To Krakatau-Ujung Kulon, Pandeglang, Kamis, dilansir TribunBanten.com.

Sementara itu, Dewi mengaku telah berada di Pantai Marina selama dua malam tiga hari bersama enam anggota keluarganya, termasuk anak dan istri Ari Basuki.

Dewi menegaskan akan tetap bertahan di lokasi dan menunggu hingga adiknya ditemukan.

Bahkan, ia mengaku siap menunggu selama proses pencarian masih dilakukan oleh tim SAR.

"Saya sudah dua malam tiga hari di sini, bersama enam anggota keluarga, termasuk anak dan istri Ari Basuki," katanya.

"Insya Allah katanya sampai tujuh hari, bisa 15 hari saya akan tunggu, enggak pulang," tegas Dewi.

Baca juga: Penampakan Pelampung dan Tabung Putih yang Ditemukan TNI AL saat Cari 5 Jurnalis & 3 Kru Kapal

Temuan Tim SAR Diidentifikasi

TEMUAN TNI AL - Penampakan pelampung dan tabung putih yang ditemukan TNI AL saat pencarian 5 jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak. Tim gabungan menemukan sebuah pelampung di perairan barat Anyer, Banten, Kamis (10/9/2026).
TEMUAN TNI AL - Penampakan pelampung dan tabung putih yang ditemukan TNI AL saat pencarian 5 jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak. Tim gabungan menemukan sebuah pelampung di perairan barat Anyer, Banten, Kamis (10/9/2026). (Dokumentasi/TNI Angkatan Laut)

Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani mengatakan, objek yang ditemukan tim SAR gabungan berupa pelampung berbentuk botol berwarna putih dan satu life jacket.

Barang temuan itu selanjutnya dibawa ke Posko SAR Gabungan untuk dilakukan proses identifikasi.

"Setelah didekati objek tersebut, kemudian diambil diangkat ditemukan ada bentuk botol pelampung berwarna putih dan life jacket," ujar Wawan, Kamis, dikutip dari TribunBanten.com.

Menurutnya, proses identifikasi diperkirakan dapat selesai pada Kamis malam atau Jumat (11/9/2026) pagi.

Wawan pun meminta masyarakat bersabar dan tidak berspekulasi terkait temuan tersebut sebelum hasil identifikasi resmi disampaikan.

"Mari kita bersabar menunggu hasilnya, jadi tidak ada berspekulasi atau membuat statemen sebelum hasil resmi," jelasnya.

Saat itu, pihaknya belum dapat memastikan keterkaitan barang-barang tersebut dengan delapan orang yang masih dalam pencarian.

Pasalnya, proses penyerahan barang temuan dari personel KAL Anyer kepada Posko SAR Gabungan masih berlangsung.

Pencarian Hari Keempat

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten bersama Tim SAR Gabungan kembali memperluas area pencarian Operasi SAR rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten pada hari keempat operasi, Jumat (11/9/2026).

Pada Operasi SAR hari keempat, area pencarian diperluas menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi.

Pada hari sebelumnya, area pencarian Tim SAR hanya seluas 2.483 nautical mile yang dibagi dalam enam sektor.

Hari ini pencarian mencakup wilayah perairan yang lebih luas di sekitar Selat Sunda dengan melibatkan sejumlah kapal dan sarana SAR.

Tercatat ada 13 kapal yang turut dalam operasi tersebut.

Operasi juga diperkuat dengan dukungan dua unit drone thermal serta berbagai sarana darat dan pendukung lainnya.

Kondisi cuaca di wilayah operasi diperkirakan cerah berawan hingga berawan, dengan angin dari arah tenggara hingga selatan berkecepatan 10 sampai 20 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,5 sampai 2,5 meter.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan perluasan area pencarian dilakukan berdasarkan evaluasi operasi sebelumnya dan perkembangan situasi di lapangan.

"Memasuki hari keempat, kami memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, termasuk sektor khusus di sekitar lokasi yang menjadi perhatian," kata Al Amrad dalam keterangan resmi Kantor SAR Banten, Jumat.

"Seluruh unsur dan sarana yang tersedia kami optimalkan untuk menemukan delapan orang yang masih dalam pencarian," lanjutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.