Mazda 6e Fastback, Mobil Listrik Mazda yang Mulai Dibidik Pasar Jogja
Hari Susmayanti September 11, 2026 02:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Mazda membawa kendaraan listrik murni pertamanya, The All-New Mazda 6e Fastback, ke pasar Indonesia di tengah perkembangan kendaraan listrik yang semakin ramai.

Model ini menjadi bagian dari portofolio terbaru Mazda yang diperkenalkan kepada masyarakat Yogyakarta dalam BCA Autoshow Yogyakarta 2026 di Plaza Ambarrukmo.

Berbeda dengan tiga SUV yang ditampilkan secara langsung, Mazda 6e Fastback tidak hadir secara fisik di ajang tersebut.

Namun, informasi mengenai mobil listrik ini diperkenalkan sebagai gambaran arah pengembangan produk Mazda menuju era elektrifikasi.

Ronald Victorian, Branch Manager Mazda Semarang PT Automobil Jaya Abadi memaparkan, secara teknis Mazda 6e Fastback merupakan kendaraan listrik murni dengan konfigurasi penggerak roda belakang atau RWD.

Motor listriknya menghasilkan tenaga maksimum 190 kW atau sekitar 258 PS, dengan torsi puncak 290 Nm.

Motor listrik tersebut mendapat suplai energi dari baterai berjenis LFP berkapasitas 77,94 kWh. Berdasarkan standar WLTP, mobil ini memiliki jarak tempuh hingga 560 kilometer dalam kondisi baterai penuh.

Untuk pengisian daya, Mazda 6e Fastback mendukung pengisian cepat menggunakan arus searah. Pengisian dari 10 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 24 menit.

Sementara jika menggunakan pengisi daya arus bolak balik berdaya 7,2 kW, pengisian baterai dari kosong hingga penuh membutuhkan sekitar 11 jam 8 menit.

“Di Mazda 6e Fastback ini merupakan full electric vehicle atau 100 persen battery electric vehicle yang mana dia menggunakan baterai litium dengan kapasitas 78 kWh yang bisa mencapai jarak tempuh 560 km berdasarkan WLTP,” ujar Ronald.

Dari sisi dimensi, Mazda 6e Fastback memiliki panjang 4.921 milimeter, lebar 1.890 milimeter, tinggi 1.491 milimeter, serta jarak sumbu roda 2.895 milimeter. Jarak terendah ke tanahnya mencapai 148 milimeter.

Mobil ini menggunakan pelek 19 inci dengan ban berukuran 245/45 R19. Konfigurasi suspensinya menggunakan MacPherson Strut di bagian depan dan Multi Link di belakang.

Baca juga: Secangkir Teh dan Jejak Tradisi Keraton di Kedhaton Ambarukmo

Karakter penggerak roda belakang juga membuat Mazda menyediakan ruang penyimpanan tambahan di bagian depan atau bagasi depan dengan kapasitas 72 liter. 

Desain mobil ini mempertahankan bahasa desain Kodo yang menjadi ciri Mazda, tetapi dikemas dengan tampilan lebih modern. Bentuk bodinya mengusung gaya fastback, dilengkapi pintu tanpa bingkai, pegangan pintu rata dengan bodi. Sementara bagian belakang menggunakan spoiler elektrik yang dapat terangkat otomatis pada kecepatan tertentu.

“Di sini Mazda masih mempertahankan yang namanya Kodo Design, namun untuk di Mazda 6e Fastback ini sudah dibuat lebih modern,” kata Ronald.

Dari sisi teknologi, Mazda 6e Fastback dibekali layar utama berukuran 14,6 inci dan tampilan informasi di kaca depan menggunakan teknologi realitas tambahan. Sistem audio menggunakan Sony dengan 14 pengeras suara.

Untuk kenyamanan, kabin dilengkapi atap kaca panoramik, kursi depan dengan pengaturan elektrik, fungsi penyimpanan posisi kursi, pemanas dan pendingin kursi. Penumpang belakang juga mendapatkan ruang kaki hingga 921 milimeter.

Sementara fitur keselamatannya mencakup kamera 360 derajat, pemantau titik buta, peringatan lalu lintas silang belakang, serta rangkaian fitur keselamatan aktif melalui sistem i Activsense.

Meski mengusung tenaga listrik, Mazda tetap mempertahankan karakter berkendara yang menjadi bagian dari identitasnya.

Pengaturan tenaga motor listrik, suspensi, dan sistem penggerak dirancang untuk menghasilkan respons yang tetap natural.

“Selain itu, Mazda juga tetap mempertahankan filosofi Jinba Ittai atau fun to drive khas Mazda. Mazda mengatur output tenaga motornya supaya tidak hanya mengejar angka tenaga ataupun torsi, tetapi tetap natural dan intuitif,” imbuhnya.

Mazda 6e Fastback sebelumnya diperkenalkan dengan harga sekitar Rp850 juta saat peluncuran di GIIAS 2026.

Lebih lanjut, Viya Arsawireja, Head of Marketing & Communications PT Eurokars Motor Indonesia mengatakan, saat diluncurkan dalam GIIAS 2026 di Jakarta, respons yang diterima disebut cukup positif, termasuk dari konsumen yang selama ini menantikan kehadiran kendaraan listrik dari merek Jepang.

Menurut Viya, kombinasi desain, fungsi, jarak tempuh, dan harga menjadi sejumlah faktor yang membuat Mazda 6e Fastback mendapat perhatian.

Setelah peluncuran di Jakarta, Mazda juga mulai melihat potensi penerimaan model tersebut di berbagai daerah, termasuk Jawa Tengah dan DIY.

“Kalau melihat respons sejak diluncurkan di GIIAS 2026, Mazda 6e Fastback mendapatkan penerimaan yang sangat baik. Kami juga mencatatkan pemesanan dalam jumlah yang baik di Jakarta. Untuk Jawa Tengah dan DIY, kami optimistis karena pasar juga sudah menunggu kendaraan listrik dari Mazda, dan kami memperkirakan mulai masuk secara bertahap sekitar Desember,” ujar Viya.

Sementara itu, kehadiran Mazda di Yogyakarta juga membawa tiga SUV, yakni The All-New Mazda CX-5 generasi ketiga, The New Mazda CX-30 yang menjadi model Mazda pertama yang dirakit secara lokal di Indonesia, serta Mazda CX-60 Sport dengan penggerak roda belakang.

“Yogyakarta memiliki karakter konsumen yang beragam, dan hal ini sejalan dengan pendekatan Mazda dalam menghadirkan produk dengan karakter yang berbeda,” ujar Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia.

BCA Autoshow Yogyakarta 2026 berlangsung pada 10 hingga 13 September 2026. Kehadiran Mazda 6e Fastback sekaligus menunjukkan bahwa pilihan kendaraan Mazda di Indonesia mulai bergerak dari model bermesin konvensional menuju kendaraan listrik, tanpa meninggalkan karakter berkendara yang menjadi bagian dari identitas merek tersebut.(nto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.