Kapal Bawa 4,8 Ton MinyaKita Terbakar di Perairan Jemaja, Bulog Anambas: Insya Allah Tak Terganggu
Septyan Mulia Rohman September 11, 2026 05:07 PM


TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS -
Kapal motor (KM) Laut Jaya 3 yang terbakar di perairan Tokong Palang Biru, Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), ternyata membawa minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita dalam jumlah banyak.

MinyaKita tersebut merupakan bagian dari pasokan yang didistribusikan melalui Bulog untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Kapal itu diketahui berangkat dari Kijang, Kabupaten Bintan, menuju Tarempa, Anambas, pada Rabu, (9/9/2026).

Kapal dinakhodai Solihin (33).

Namun, perjalanan kapal tersebut terhenti setelah api membakar bagian kapal saat melintas di perairan Tokong Palang Biru pada Kamis, (10/9/2026) sekira pukul 10.30 WIB.

Jarak garis lurus antara Pulau Tokong Malang Biru (sering disebut Tokong Palang Biru) dengan pusat kabupaten Kepulauan Anambas (Tarempa, Kecamatan Siantan) adalah sekitar 123 kilometer atau setara dengan 66,4 mil laut (nautical miles).

Secara administratif, Pulau Tokong Malang Biru merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang terletak di bagian selatan Kabupaten Kepulauan Anambas (masuk wilayah Kecamatan Siantan Selatan/Jemaja).

Baca juga: Kronologi Kapal Bawa Sembako Terbakar di Anambas, 4 Kru KM Laut Jaya 3 Mengapung Andalkan Karung

Karena wilayah ini merupakan daerah kepulauan (maritim), perjalanan dari Tarempa menuju pulau batu tidak berpenghuni ini hanya bisa ditempuh menggunakan jalur laut dengan kapal atau speed boat.

Di antara barang yang diangkut, terdapat MinyaKita sebanyak 400 dus.

Jika dikonversikan, jumlah minyak goreng bersubsidi itu mencapai 4.800 liter atau sekitar 4,8 ton.

Kepala Bulog Kepulauan Anambas, Rustam Efendi, membenarkan adanya muatan MinyaKita dalam kapal yang terbakar tersebut.

"Iya ada barang dari kami, MinyaKita ada 400 dus, total keseluruhan 4.800 liter atau 4,8 ton," ujar Rustam Efendi, Jumat (11/9/2026).

Menurut Rustam, MinyaKita tersebut merupakan pasokan yang didistribusikan oleh Bulog Tanjungpinang untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Meski sebagian pasokan ikut berada di kapal yang terbakar, Rustam memastikan kondisi tersebut tidak akan mengganggu ketersediaan MinyaKita di daerah kepulauan tersebut.

Ia menyebut Bulog masih memiliki stok MinyaKita yang dapat disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Insya Allah tak terganggu, lagi pula, dalam waktu dekat akan masuk juga MinyaKita dari Tanjungpinang," ucapnya.

Baca juga: Breaking News, Kapal Pengangkut Sembako Terbakar di Perairan Tokong Palang Biru Anambas

Rustam juga memastikan masyarakat masih dapat menemukan MinyaKita di sejumlah titik penjualan di Anambas. 

Menurutnya, stok yang tersedia saat ini masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ketersediaan itu juga terlihat dari pantauan TribunBatam.id di salah satu gerai Satu Mart.

MinyaKita masih terlihat tersusun di rak penjualan dan dapat dibeli masyarakat.

Keberadaan stok tersebut menunjukkan pasokan MinyaKita di tingkat pengecer belum sepenuhnya terdampak akibat terbakarnya KM Laut Jaya 3.

MinyaKita juga masih dapat ditemukan di sejumlah pedagang pasar.

Masyarakat masih bisa memperoleh minyak goreng bersubsidi tersebut untuk kebutuhan rumah tangga.

Dengan demikian, terbakarnya kapal pengangkut pasokan dari Kijang tersebut belum membuat MinyaKita menghilang dari peredaran di Anambas.

Bulog pun mengandalkan stok yang masih tersedia serta pasokan berikutnya dari Tanjungpinang untuk menjaga ketersediaan MinyaKita di tengah kebutuhan masyarakat Anambas. (TribunBatam.id/Ihsan Imaduddin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.