Anak muda di China ramai mencoba tren diet unik. Bukan memilih makanan rendah kalori, mereka justru mengunyah camilan keras dan alot agar tak banyak makan.
Tren diet di kalangan anak muda China terus berkembang. Jika sebelumnya makanan rendah kalori banyak dipilih untuk menurunkan berat badan, kini sebagian pelaku diet justru beralih ke camilan bertekstur keras dan alot.
Di media sosial, mereka membagikan berbagai camilan favorit, mulai dari dendeng sapi, roti beku, hingga biskuit untuk bayi yang sedang tumbuh gigi. Bukan rasa yang menjadi pertimbangan utama, melainkan teksturnya.
Tren Diet Unik di China, Camilan Sekeras Batu Bata Malah Jadi Incaran! Foto: Site News
|
Mereka meyakini makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dikunyah dapat membuat mulut tetap sibuk dan membantu mengurangi keinginan makan berlebihan.
Seorang wanita 37 tahun dari daerah Guangxi Zhuang, pemilik akun @yigexiangmujingli, mengatakan memilih dangshen sebagai camilan. Dangshen merupakan akar yang digunakan dalam pengobatan tradisional China (TCM).
Kepada South China Morning Post (14/09/2026), ia mengatakan rutin berolahraga, tetapi kesulitan mengontrol keinginan makan. Karena itu, ia mencari camilan alot yang bisa dikunyah ketika bekerja tanpa membuatnya banyak makan.
Menurutnya, dangshen memiliki rasa sedikit manis yang lebih disukainya dibandingkan camilan bercita rasa daging. Sesekali ia juga mengonsumsi dendeng sapi yang teksturnya alot. Dendeng ini tanpa bahan tambahan dan permen karet bebas gula.
Tren ini turut membuat makanan tradisional di China bertekstur keras kembali dilirik. Salah satunya Zhoushan hard cake dari Zhejiang yang digambarkan sekeras batu bata.
Tren Diet Unik di China, Camilan Sekeras Batu Bata Malah Jadi Incaran! Foto: Site News
|
Kue beras ketan yang dikeringkan di bawah sinar matahari ini, dahulu dibuat agar dapat disimpan dalam waktu lama untuk perjalanan militer dan melaut.
Camilan lainnya adalah kue beras goreng dari Guangdong serta pancake khas Shandong. Bagi sebagian anak muda yang mengikuti diet tersebut, menghitung kalori bukan lagi fokus utama. Mereka lebih menikmati aktivitas mengunyah sambil berusaha membatasi jumlah makanan.
Camilan alot bukan satu-satunya tren diet di China. Sebagian anak muda juga memilih makanan dengan indeks glikemik rendah atau tren yang disebut 'human food', berupa potongan daging dan sayuran yang dibekukan.
Meski dianggap sebagai alternatif dari pembatasan makan berlebihan, manfaat camilan alot untuk menurunkan berat badan tidak dipastikan secara ilmiah.
Hasil penelitian hanya menunjukkan aktivitas mengunyah dapat membantu meredakan stres mental. Jado, pola makan bergizi seimbang dan sehat tetap dianjurkan bagi mereka yang ingin diet.







