TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pengadilan Militer (Dilmil) IV-16 Balikpapan memperkuat komitmennya dalam membangun satuan kerja yang berintegritas melalui kegiatan mentoring dan studi banding pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pengadilan Militer IV-15 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang telah meraih predikat WBK dan WBBM.
Kepala Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan, Letnan Kolonel (H) Bagus Partha Wijaya, S.H., M.H., M.Tr.Opsla, bersama jajaran dan staf, diterima langsung Kepala Pengadilan Militer IV-15 Banjarmasin, Letkol Chk Gatot Sumardjono, S.H., M.H., beserta seluruh jajarannya.
Kegiatan mentoring dan studi banding ini dimulai pada Senin (14/9/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Jumat (18/9/2026).
Selain membahas pembangunan Zona Integritas, kunjungan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran terkait penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Pemilihan Dilmil IV-15 Banjarmasin sebagai lokasi studi banding dilakukan karena satuan kerja tersebut telah memiliki pengalaman dalam membangun zona integritas hingga memperoleh predikat WBK dan WBBM.
Baca juga: Dilmil Peduli, Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Al-Muhajirin
Melalui kegiatan ini, Dilmil IV-16 Balikpapan berharap dapat memperoleh berbagai pengetahuan dan pengalaman untuk memperkuat tata kelola administrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempersiapkan satuan kerja dalam mewujudkan birokrasi yang bersih dan berintegritas.
"Melalui study banding ini, diharapkan Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan dapat berbenah dan mempersiapkan satuan baik secara administrasi dan pelayanan publik serta kedua satuan kerja dapat terus memperkuat integritas, transparansi, serta mutu pelayanan prima bagi para pencari keadilan," ujar Bagus Partha Wijaya, Selasa (15/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pengadilan Militer IV-15 Banjarmasin memberikan paparan mengenai proses pembangunan Zona Integritas, termasuk strategi dan langkah-langkah yang dilakukan untuk meraih predikat WBK dan WBBM.
Paparan ini menjadi kesempatan bagi jajaran Dilmil IV-16 Balikpapan untuk mempelajari berbagai inovasi, penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan integritas aparatur.
Kegiatan studi banding juga menjadi momentum untuk bertukar informasi, pengalaman, dan strategi dalam mewujudkan satuan kerja yang profesional, transparan, serta berorientasi pada pelayanan prima bagi masyarakat pencari keadilan.
Pengadilan Militer IV-15 Banjarmasin menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bagian dari komitmen bersama untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan menuju peradilan yang bersih, berintegritas, serta semakin dipercaya masyarakat.
Bagus berharap, kegiatan ini dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antarsatuan kerja di lingkungan peradilan militer.
"Melalui kegiatan study banding ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi antarsatuan kerja di lingkungan peradilan militer dalam mewujudkan birokrasi yang berintegritas, profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat pencari keadilan," harapnya.
Baca juga: Pengadilan Militer Balikpapan Gelar Donor Darah, Target Kumpulkan 30 Kantong
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan peradilan militer yang agung dan bebas dari korupsi.(*)