Polisi Ungkap Motif Mahasiswa UB Lompat dari Lantai 6 Gedung FBiPK, Galau Bertengkar dengan Pacar
Sudarma Adi September 15, 2026 04:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kasus mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang menjatuhkan diri dari lantai enam gedung Fakultas Bio Industri Pertanian dan Kehutanan UB akhirnya terkuak.

Menurut keterangan dari pihak kepolisian, mahasiswa berinisial RR tersebut nekat melakukan aksinya karena sedang memiliki masalah dengan kekasihnya.

Motif asmara yang diduga menjadikan RR gelap mata dan langsung melakukan aksi yang hampir merenggut nyawanya tersebut.

"Yang bersangkutan galau karena bertengkar dengan teman wanitanya," kata Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta saat dikonfirmasi oleh TribunJatim.com pada Selasa (15/9/2026).

Menurut hasil penyelidikan sementara, kekasih korban diduga memiliki hubungan dengan pria lain.

Baca juga: Reyner Falista Yosilianto Warga Ngantang Malang Jadi Korban Meninggal KM Virgo Transport 8

Kondisi itu memicu pertengkaran antara keduanya sebelum peristiwa terjadi.

Polisi juga menemukan fakta bahwa sebelum kejadian, korban sempat masuk ke Gedung FBiPK dan menuju lantai enam.

Terekam CCTV dan Sempat Dicegah Saksi

Pergerakannya terekam kamera CCTV sekitar pukul 08.26 WIB.

Saat berada di atas gedung, korban sempat diketahui oleh sejumlah mahasiswa lain, termasuk kekasihnya.

Mereka berusaha mencegah korban agar tidak melompat, namun upaya tersebut tidak berhasil.

"Jadi saat itu ada saksi yang sempat berusaha mencegah, meneriaki agar tidak meloncat saat kejadian, termasuk pacarnya berusaha untuk mencegah," ujarnya.

Korban kemudian jatuh dari ketinggian sekitar 25 meter dan pertama kali ditemukan oleh DST (48), seorang staf Fakultas Pertanian UB.

Saat itu, DST yang berada di lantai satu mendengar suara benda jatuh dari luar gedung. 

Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan tergeletak di area parkir sepeda motor Gedung FBiPK.

Meski mengalami luka di sejumlah bagian tubuh, korban masih dalam kondisi sadar saat ditemukan dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan penanganan medis.

Di tengah dugaan persoalan asmara tersebut, pihak kampus mengungkapkan bahwa korban selama ini dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dan tidak memiliki masalah akademik.

Kepala Program Studi Kedokteran Umum FK UB, dr Hanif, mengatakan korban saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester tiga dengan rekam jejak akademik yang baik.

"Kami mengonfirmasi bahwa dalam kesehariannya yang bersangkutan menjalani perkuliahan dengan baik, memiliki kehadiran yang baik, serta prestasi yang baik. IPK yang bersangkutan juga 3,8,"

"Jadi bukan mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pendidikan," kata dr Hanif dalam konferensi pers di UB, Jumat (11/9/2026).

Tak hanya berprestasi, korban juga dikenal aktif bergaul dan memiliki hubungan baik dengan teman-temannya.

Hasil penelusuran internal yang dilakukan kampus kepada dosen maupun rekan-rekan korban juga tidak menemukan indikasi adanya tekanan akademik maupun praktik perundungan.

"Tidak ada hal yang mengarah pada kesulitan maupun tekanan, apalagi dari kakak kelas, bullying, dan sebagainya,"

"Pencarian informasi yang kami lakukan berfokus pada bidang institusi pendidikan," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.