TRIBUNKALTIM.CO - Tiga gempa bumi dengan kekuatan kecil tercatat terjadi di sejumlah wilayah Pulau Jawa pada Minggu, 13 September 2026 pagi.
Informasi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui informasi gempa terkini.
Gempa pertama tercatat di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada pukul 06.19.45 WIB.
Gempa tersebut memiliki magnitudo 2,7 dengan lokasi sekitar 78 kilometer (km) di sebelah selatan Kabupaten Sukabumi.
BMKG mencatat pusat gempa berada pada kedalaman 23 km.
Baca juga: Gempa M 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Jakarta akibat Intraslab, Dirasakan di Jawa hingga Sumatera
Kedalaman ini menunjukkan posisi sumber gempa berada relatif dangkal di bawah permukaan bumi.
Selang kurang dari satu menit, gempa lain tercatat di wilayah selatan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Gempa dengan magnitudo 2,4 tersebut terjadi pada pukul 06.19.12 WIB dengan pusat gempa sekitar 76 km di selatan Bantul.
Sementara itu, gempa ketiga terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada pukul 06.15.26 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 2,6 tersebut berlokasi sekitar 13 km di sebelah barat Kabupaten Kuningan dengan kedalaman 11 km.
Berikut rincian gempa yang tercatat BMKG pada Minggu pagi:
Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat
Kabupaten Bantul, DIY
Magnitudo merupakan ukuran kekuatan energi yang dilepaskan oleh gempa bumi.
Semakin besar angka magnitudo, semakin besar pula energi gempa yang dilepaskan.
Dari tiga kejadian tersebut, gempa di selatan Kabupaten Sukabumi tercatat memiliki magnitudo paling besar, yakni 2,7.
Baca juga: Gempa Jakarta 5.9 Magnitudo di Kepulauan Seribu Terasa hingga Lampung
BMKG menyampaikan bahwa informasi awal gempa mengutamakan kecepatan penyampaian kepada masyarakat.
Karena itu, data yang ditampilkan pada laporan pertama masih dapat mengalami perubahan setelah proses pengolahan data lebih lengkap.
"Disclaimer: Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data," demikian keterangan BMKG.
Perubahan data dapat terjadi, antara lain, pada parameter lokasi, kedalaman, maupun kekuatan gempa setelah BMKG melakukan pemutakhiran hasil analisis.
Hingga informasi awal tersebut disampaikan, BMKG belum mencantumkan keterangan mengenai dampak kerusakan akibat tiga gempa tersebut.
BMKG menyediakan beberapa sumber resmi untuk memantau gempa bumi secara cepat dan langsung:
1. Gempa Bumi Real-time BMKG – Menampilkan daftar gempa terbaru termasuk waktu kejadian, magnitudo, kedalaman, dan lokasi.
2. Halaman Gempa Bumi Terkini BMKG – Informasi gempa bumi terbaru yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
3. InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System) – Situs inti untuk informasi gempa signifikan dan potensi tsunami, termasuk katalog kejadian penting.
4. Aplikasi Resmi Info BMKG – Aplikasi mobile untuk Android dan iOS yang menyediakan informasi gempa bumi real-time, prakiraan cuaca, kualitas udara, serta potensi tsunami.
Berikut langkah mudah untuk cek gempa terkini:
1. Buka situs utama BMKG: https://www.bmkg.go.id/
2. Pilih menu “Gempabumi & Tsunami”.
3. Klik “Gempabumi Terkini” atau “Real-time” untuk melihat daftar gempa terbaru.
4. Informasi gempa muncul lengkap dengan data magnitudo, lokasi, dan waktu kejadian.
Dengan aplikasi Info BMKG, Anda juga dapat menyalakan notifikasi gempa di ponsel, sehingga mendapat peringatan dini ketika kejadian terjadi.
BMKG mengoperasikan jaringan seismograf luas dan sistem peringatan dini gempa serta tsunami untuk memberi informasi cepat dan akurat kepada publik.
Dalam sistem InaTEWS, informasi gempa dan potensi tsunami dapat terbit hanya dalam beberapa menit setelah gempa terjadi, dengan parameter seperti:
Info ini sangat penting untuk langkah keselamatan. ([BMKG Content][8])
Baca juga: Barusan! Info BMKG Gempa Lombok Hari Ini dan Pusat Gempa Terkini 2 Menit yang Lalu, Tips Keselamatan
Berikut langkah keselamatan yang disarankan jika terjadi gempa:
Sebelum Gempa
Saat Gempa
Setelah Gempa